Soal UAS Bahasa Inggris Kelas 8 Semester Genap Tahun Pelajaran 2008/2009 Selengkapnya...
28 May 2009
14 May 2009
CAPRES & CAWAPRES 2009-2014
Sekarang ini ramai sekali dibicarakan tentang pasangan capres dan cawapres 2009-2014. Para elit partai politik pun selalu mencari celah dan menghitung kira-kira siapa pasangan yang pantas untuk disandingkan dengan partainya. Yang paling awal mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres adalah Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto. Mereka pun sangat optimis bahwa bentuk pasangan seperti ini akan memuluskan jalan untk menuju RI-1.
Selain itu, pasangan lain yang sedang ramai dibicarakan adalah pasangan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dengan Budiono. Namun ternyata pasangan ini masih diperdebatkan oleh sebagian partai dan banyak pula masyarakat yang menyayangkan terjadinya pasangan ini. Untuk kalangan parpol, ada sebagian yang menganggap bahwa SBY ingin bersanding dengan Budiono tanpa hasil musyawarah dengan parpol, jadi seolah-olah partai itu tidak dianggap oleh SBY.
Untuk sebagian masyarakat, terjadinya pasangan SBY-Budiono ini sangat mengecewakan karena harapan masyarakat adalah bahwa SBY bersanding dengan Hidayat Nurwahid. Banyak masyarakat yang menilai bahwa pasangan SBY-Hidayat Nurwahid bisa menyatukan antara Golongan Nasionalis dan Religius. Tapi ternyata, pertimbangan SBY tidak seperti harapan masyarakat. Namun, itulah yang namanya politik. Ada sebagian masyarakat yang bahagia, dan ada sebagian lagi yang kecewa. Tapi walau bagaimanapun, kita tetap harus mendukung siapapun pasangan yang akan menjadi presiden dan wakil presiden tahun 2009-2014 demi kemajuan Bangsa dan Negara kita.
Selengkapnya...
08 May 2009
SIAPKAH KPU MENGHADAPI PILPRES 2009?
Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya, kenapa saya menulis judul seperti itu?
Kita masih ingat, carut marut kekacauan permasalahan dalam pemilihan calon anggota legislatif April lalu sempat membuat di beberapa daerah melakukan pemungutan suara ulang yang tentu saja untuk malakukan hal itu, negara harus mengeluarkan biaya lagi. Padahal seandainya dana tersebut digunakan untuk kemakmuran rakyat, maka dana tersebut akan lebih bermanfaat. Terus, apa permasalahan yang terjadi sehingga sampai terjadi pemungutan suara ulang?
Kita semua tahu, bahwa pada pemilu legislatif lalu, hal yang paling mendasar adalah permasalahan dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Dalam DPT tersebut, ternyata banyak sekali warga negara yang tidak terdaftar. Padahal orang tersebut sudah mempunyai KTP yang berarti sudah diakui sebagai Warga Negara Indonesia. Selain banyak masyarakat yang tidak terdaftar, banyak pula nama yang ganda dalam DPT tersebut. Hal ini terjadi mungkin karena salah pendataan (Pendataan hanya di tebak) atau mungkin juga karena salah pengetikan dalam penyusunan DPT.
Namun dari semua permasalahan itu, bagaimanapun juga tetap harus ada yang bertanggung jawab, dalam hal ini adalah KPU. Kini kita tinggal menantikan saja, bagaimana sepak terjang KPU dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Bisakah KPU menyelesaikan permasalahan DPT ini, ataukah hanya akan menambah coretan hitam dalam tubuh KPU? Semoga saja KPU bisa bercermin dari pengalaman yang sudah terjadi dan jangan sampai permasalahan DPT itu terjadi lagi.
Selengkapnya...