Setelah sekian lama saya tidak online dan tidak update blog lagi, Alhamdulillah sekarang saya bisa online lagi walaupun tetap dalam suasana penuh kesibukan (cie... sok sibuk. he..he..). Namun update blog kali ini tidak banyak info yang akan disampaikan karena memang lagi tidak ada ide. Sekarang hanya lagi mencoba sesuatu yang baru terpasang di Sekolah,yaitu Wireless atau hotspot.
Ya bukannya gaptek, kampungan, ataupun norak, tapi adanya hotspot di sekolah ini bagaikan sebuah angan-angan yang sulit untuk terwujud, tapi akhirnya sekarang bisa terwujud. Hotspot yang ada sekarang merupakan bantuan dari alumni sekolah ini yang telah berbaik hati memberikan satu set hotspot device. Untuk itu, saya mengucapkan terimakasih semoga ke depannya bisa menambah lagi bantuan hibahnya.. (ngarep.. he..he...)
Sekian saja dulu saya nulis disini. makasih buat yang telah mau baca.
Selengkapnya...
Welcome to Hendri's Blog
Tempat kita berbagi dalam segala situasi
16 December 2011
Wireless
12 August 2011
Ramadhan 1432H
Alhamdulillah, sekarang kita sudah memasuki bulan Ramadhan 1432H. Di bulan yang penuh berkah ini saya ingin mengajak kepada kita semua untuk memperbanyak amal ibadah untuk menambah bekal kita di akhirat nanti. Sampai saat ini, Indonesia masih merupakan negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Ketika datang bulan Ramadhan pun banyak masyarakat yang merayakannya. Segala macam makanan dipersiapkan, belanja ini dan itu. Tapi apakah boleh merayakan datangnya bulan Ramadhan dengan cara ini? Mari kita kembalikan pada ayat yang menerangkan tentang kewajiban berpuasa: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah:183) Dari ayat tersebut, kita bisa mengetahui bahwa sesungguhnya perintah berpuasa tersebut telah ada sejak zaman dahulu supaya kita menjadi manusia yang bertakwa. Kemudian dalam ayat tersebut juga disebutkan secara spesifik kepada siapa seruan itu ditujukan, yakni kepada orang-orang yang beriman. Jadi, hanya orang-orang yang beriman lah yang akan melaksanakan seruan itu. Berpuasa itu sesungguhnya bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tapi berpuasa juga harus menahan diri dari hawa nafsu. Hawa nafsu disini juga sebenarnya bukan hanya hawa nafsu amarah saja. Iri, dengki, dan juga nafsu-nafsu keduniawian lainnya seharusnya bisa dikendalikan. Hawa nafsu keduniawian contohnya adalah berfoya-foya, menghamburkan uang tanpa ada manfaatnya. Dalam hal belanja di bulan Ramadhan, sebaiknya tidak dilakukan secara berlebih-lebihan. Selama bulan Ramadhan juga seharusnya tetap seperti bulan-bulan lainnya, hanya saja waktu makan siang di hilangkan. Selama bulan Ramadhan seharusnya bisa menjadi waktu untuk menabung dan menghemat karena waktu makan menjadi berkurang, dari yang tadinya 3 kali sehari kini hanya menjadi 2 kali sehari. Namun kenyataannya di masyarakat kita masih saja ada yang selama puasa itu seperti hanya memindahkan jam makan saja. Jadi walaupun waktu makannya hanya 2 kali, tapi makannya tetap dalam porsi 3 kali bahkan seperti 4 kali. Berpuasa sebenarnya melatih kita menjadi orang yang sabar dan bisa merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang lain. Dengan berpuasa diharapkan kita bisa mengerti bagaimana posisi orang-orang yang kadang tidak bisa makan kenyang setiap hari. Diantara kita masih saja ada orang yang hanya makan sehari sekali, bahkan makannya pun bukan dengan lauk yang mewah, tapi hanya seadanya saja. Ada yang hanya makan nasi dengan garam, bahkan ada yang hanya makan daun-daun dan sayuran seadanya. Mudah-mudahan di bulan Ramadhan kali ini kita bisa lebih mendekatkan diri pada Ilahi dan bisa merasakan apa yang saudara kita rasakan sehingga kita bisa lebih menghargai orang lain. Kemudian jika seandainya di bulan Ramadhan ini ada yang berbelanja berlebihan, mungkin sebaiknya jangan lupa pula disisihkan untuk membantu saudara kita yang kurang mampu. Mudah-mudahan hal tersebut bisa menjadi amal yang akan menolong kita kelak di hari kiamat.
28 May 2009
14 May 2009
CAPRES & CAWAPRES 2009-2014
Sekarang ini ramai sekali dibicarakan tentang pasangan capres dan cawapres 2009-2014. Para elit partai politik pun selalu mencari celah dan menghitung kira-kira siapa pasangan yang pantas untuk disandingkan dengan partainya. Yang paling awal mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres adalah Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto. Mereka pun sangat optimis bahwa bentuk pasangan seperti ini akan memuluskan jalan untk menuju RI-1.
Selain itu, pasangan lain yang sedang ramai dibicarakan adalah pasangan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dengan Budiono. Namun ternyata pasangan ini masih diperdebatkan oleh sebagian partai dan banyak pula masyarakat yang menyayangkan terjadinya pasangan ini. Untuk kalangan parpol, ada sebagian yang menganggap bahwa SBY ingin bersanding dengan Budiono tanpa hasil musyawarah dengan parpol, jadi seolah-olah partai itu tidak dianggap oleh SBY.
Untuk sebagian masyarakat, terjadinya pasangan SBY-Budiono ini sangat mengecewakan karena harapan masyarakat adalah bahwa SBY bersanding dengan Hidayat Nurwahid. Banyak masyarakat yang menilai bahwa pasangan SBY-Hidayat Nurwahid bisa menyatukan antara Golongan Nasionalis dan Religius. Tapi ternyata, pertimbangan SBY tidak seperti harapan masyarakat. Namun, itulah yang namanya politik. Ada sebagian masyarakat yang bahagia, dan ada sebagian lagi yang kecewa. Tapi walau bagaimanapun, kita tetap harus mendukung siapapun pasangan yang akan menjadi presiden dan wakil presiden tahun 2009-2014 demi kemajuan Bangsa dan Negara kita.
Selengkapnya...
08 May 2009
SIAPKAH KPU MENGHADAPI PILPRES 2009?
Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya, kenapa saya menulis judul seperti itu?
Kita masih ingat, carut marut kekacauan permasalahan dalam pemilihan calon anggota legislatif April lalu sempat membuat di beberapa daerah melakukan pemungutan suara ulang yang tentu saja untuk malakukan hal itu, negara harus mengeluarkan biaya lagi. Padahal seandainya dana tersebut digunakan untuk kemakmuran rakyat, maka dana tersebut akan lebih bermanfaat. Terus, apa permasalahan yang terjadi sehingga sampai terjadi pemungutan suara ulang?
Kita semua tahu, bahwa pada pemilu legislatif lalu, hal yang paling mendasar adalah permasalahan dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Dalam DPT tersebut, ternyata banyak sekali warga negara yang tidak terdaftar. Padahal orang tersebut sudah mempunyai KTP yang berarti sudah diakui sebagai Warga Negara Indonesia. Selain banyak masyarakat yang tidak terdaftar, banyak pula nama yang ganda dalam DPT tersebut. Hal ini terjadi mungkin karena salah pendataan (Pendataan hanya di tebak) atau mungkin juga karena salah pengetikan dalam penyusunan DPT.
Namun dari semua permasalahan itu, bagaimanapun juga tetap harus ada yang bertanggung jawab, dalam hal ini adalah KPU. Kini kita tinggal menantikan saja, bagaimana sepak terjang KPU dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Bisakah KPU menyelesaikan permasalahan DPT ini, ataukah hanya akan menambah coretan hitam dalam tubuh KPU? Semoga saja KPU bisa bercermin dari pengalaman yang sudah terjadi dan jangan sampai permasalahan DPT itu terjadi lagi.
Selengkapnya...